Selenggarakan P2P, Bawaslu Bantul Siapkan Kader Pengawas Partisipatif untuk Mengawal Pemilu 2029
|
Bantul – Bawaslu Kabupaten Bantul menyelenggarakan kegiatan Pendidikan Pengawas Partisipatif (P2P) Tahun 2026 di Kantor Bawaslu Kabupaten Bantul pada Sabtu (27/6/2026). Kegiatan yang mengusung tema "Berfungsi dan Bergerak untuk Pemilu 2029 yang Bermartabat" ini bertujuan mencetak kader pengawas partisipatif yang memiliki pengetahuan, keterampilan, serta komitmen dalam mengawal penyelenggaraan demokrasi yang berintegritas. Peserta dalam kegiatan ini berasal dari berbagai organisasi dan elemen masyarakat sebagai upaya memperkuat partisipasi publik dalam pengawasan pemilu.
Kegiatan dibuka oleh Ketua Bawaslu D.I Yogyakarta, Muhammad Najib, yang menegaskan bahwa pengawasan pemilu merupakan tanggung jawab bersama. Menurutnya, partisipasi masyarakat menjadi kunci untuk mewujudkan pemilu yang berintegritas, jujur, dan adil. "Kami berharap peserta P2P dapat menjadi mitra sekaligus penggerak pengawasan partisipatif di lingkungan masing-masing sehingga mampu berkontribusi mewujudkan Pemilu 2029 yang bermartabat," ujarnya.
Sementara itu, Ketua Bawaslu Kabupaten Bantul, Didik Joko Nugroho, mengucapkan selamat kepada seluruh peserta yang telah terpilih mengikuti P2P. Ia berharap ilmu yang diperoleh selama pelatihan dapat diterapkan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat dalam mengawasi jalannya pemilu.
Selama kegiatan berlangsung, peserta mengikuti berbagai sesi pembelajaran yang dikemas secara interaktif melalui diskusi, studi kasus, simulasi, serta penyusunan rencana tindak lanjut. Materi yang diberikan meliputi teknis pencegahan pelanggaran dan sengketa proses pemilu, pelaporan dugaan pelanggaran, penyelesaian sengketa pemilu, pengembangan gerakan pengawas partisipatif, penguatan jaringan dan pemberdayaan komunitas, hingga pengawasan partisipatif berbasis digital.
Peserta juga menyusun Rencana Tindak Lanjut (RTL) sebagai bentuk komitmen pasca pelatihan. Berbagai gagasan yang muncul di antaranya sosialisasi kepemiluan kepada pemilih pemula, diskusi demokrasi bersama komunitas, edukasi melalui media sosial, hingga kampanye literasi digital untuk menangkal hoaks dan politik uang menjelang tahapan Pemilu 2029.
Kegiatan diakhiri dengan pelaksanaan post-test, penyerahan penghargaan kepada peserta teraktif dan peserta dengan nilai post-test terbaik, serta penutupan secara resmi sebagai penanda lahirnya kader-kader baru Pengawas Partisipatif yang siap menjadi mitra Bawaslu dalam mengawal Pemilu 2029.
Penulis : Indri