Bawaslu Bantul Lepas Mahasiswa Magang UMY, Tinggalkan Karya Program Inovasi Edukasi Pemilu
|
Bantul – Bawaslu Kabupaten Bantul secara resmi melepas mahasiswa magang dari Program Studi Ilmu Pemerintahan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY), Kamis (25/6/2026). Kegiatan pelepasan yang berlangsung di Kantor Bawaslu Bantul ini dihadiri oleh seluruh jajaran Bawaslu Bantul serta Ketua Program Studi Ilmu Pemerintahan UMY, Awang Darumurti. Dua mahasiswa magang tersebut telah menyelesaikan program magang selama empat bulan, terhitung sejak 23 Februari hingga 23 Juni 2026. Selama menjalani magang, keduanya terlibat aktif dalam berbagai kegiatan yang mendukung pelaksanaan tugas dan fungsi pengawasan pemilu di Bawaslu Bantul.
Ketua Bawaslu Bantul, Didik Joko Nugroho, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas kontribusi para mahasiswa selama mengikuti program magang. Menurutnya, kehadiran mahasiswa tidak hanya memberikan warna baru di lingkungan kerja Bawaslu, tetapi juga menghasilkan berbagai karya edukatif yang bermanfaat bagi masyarakat. “Selama empat bulan, mahasiswa magang telah memperoleh pengalaman langsung terkait pengawasan pemilu dan demokrasi, sekaligus berkontribusi dalam berbagai kegiatan Bawaslu,” ujar Didik.
Didik menjelaskan, para mahasiswa mendapatkan pembekalan mengenai pengawasan pemilu, terlibat dalam pengawasan pemutakhiran data pemilih berkelanjutan (PDPB) di KPU, hingga melakukan pengawasan pencocokan dan penelitian (coklit) di beberapa wilayah Kabupaten Bantul. Selain itu, mereka juga ditempatkan secara bergantian di tiga subbagian yang berbeda untuk memperluas pemahaman tentang tata kelola kelembagaan.
Sementara itu, Ketua Program Studi Ilmu Pemerintahan UMY, Awang Darumurti, menilai program magang di Bawaslu Bantul telah memberikan pengalaman yang sesuai dengan harapan mahasiswa dan kebutuhan pembelajaran akademik. “Mahasiswa mendapatkan pengalaman nyata di tiga subbagian sekaligus memperoleh kesempatan mengikuti kegiatan pengawasan di lapangan. Ini menjadi bekal penting untuk meningkatkan kompetensi dan kesiapan memasuki dunia kerja,” ungkap Awang.
Ia menambahkan bahwa pihak prodi telah melakukan monitoring dan evaluasi sebanyak dua kali selama pelaksanaan magang. Dari hasil evaluasi tersebut, mahasiswa mengaku memperoleh banyak pengalaman positif yang tidak hanya memperkuat pemahaman teoritis, tetapi juga kemampuan praktis di bidang pemerintahan dan kepemiluan.
Pada kesempatan yang sama, salah satu mahasiswa magang, Berliana Shefara, menyampaikan rasa terima kasih kepada seluruh jajaran Bawaslu Bantul atas bimbingan dan pengalaman yang diberikan selama masa magang. “Kami mendapatkan banyak ilmu, baik secara teoritis maupun praktis, terkait pengawasan pemilu, demokrasi, dan politik. Pengalaman ini menjadi bekal yang sangat berharga bagi kami, selain itu lingkungan Bawaslu Bantul juga sangat menyenangkan dan mendukung pelaksanaan magang kami” tutur Berliana.
Kegiatan pelepasan ini menjadi momentum apresiasi sekaligus refleksi atas kolaborasi antara dunia akademik dan lembaga pengawas pemilu dalam mencetak generasi muda yang memahami demokrasi dan tata kelola pemerintahan. Program magang yang telah berlangsung selama empat bulan tersebut diharapkan dapat menjadi inspirasi dan motivasi bagi mahasiswa lainnya untuk terus mengembangkan kompetensi melalui pengalaman langsung di dunia kerja.
Penulis : Dindra