Lompat ke isi utama

Berita

Bawaslu Bantul Gandeng GP Ansor dan Fatayat Perkuat Pengawasan Partisipatif hingga Akar Rumput

Foto Audiensi dengan GP Ansor dan Fatayat Kabupaten Bantul

Foto Audiensi dengan GP Ansor dan Fatayat Kabupaten Bantul

Bantul – Bawaslu Kabupaten Bantul terus memperluas jejaring kolaborasi dengan organisasi masyarakat dalam rangka memperkuat konsolidasi demokrasi. Kali ini, Bawaslu melakukan audiensi bersama GP Ansor dan Fatayat sebagai bagian dari upaya membangun pengawasan partisipatif hingga tingkat akar rumput. Kegiatan ini berlangsung di Gedung PCNU Kabupaten Bantul pada tanggal 5 Mei 2026.

Audiensi ini merupakan bagian dari silaturahmi sekaligus langkah awal untuk membangun kerja sama yang berkelanjutan. Bawaslu Kabupaten Bantul saat ini tengah melakukan konsolidasi demokrasi dengan melibatkan berbagai organisasi masyarakat guna memperkuat kualitas demokrasi yang ada di Kabupaten Bantul. Hal ini didasari karena seyogyanya pengawasan Pemilu bukan hanya menjadi tanggung jawab Bawaslu semata, melainkan seluruh elemen masyarakat. Pasca pengawasan tahapan Pemilu dan Pemilihan kemarin Bawaslu Kabupaten Bantul selalu menggencarkan pendidikan demokrasi dan kepemiluan ke berbagai elemen masyarakat. Oleh karena itu, Bawaslu Kabupaten Bantul ingin berkolaborasi dengan GP Ansor dan Fatayat untuk memberikan edukasi kepada masyarakat agar dapat berperan sebagai mitra strategis Bawaslu. Ketua Bawaslu Kabupaten Bantul Didik Joko Nugroho berharap ruang diskusi seperti ini dapat terus dibangun hingga ke tingkat kalurahan, khususnya dalam memberikan pendidikan demokrasi. Ke depan, generasi muda diharapkan mampu menjadi warna kebaikan bagi demokrasi, mengingat tantangan terhadap demokrasi semakin kompleks,” jelasnya.

Senada dengan hal tersebut, perwakilan Fatayat, Elvi Prita, menyampaikan komitmen organisasinya untuk mendorong keterlibatan kader dalam pengawasan Pemilu. Ia menekankan pentingnya peran aktif masyarakat agar tidak hanya menjadi penonton, tetapi turut mengawal proses demokrasi yang jujur dan adil. Lebih lanjut GP Ansor dan Fatayat menegaskan kesiapannya untuk berkolaborasi dengan Bawaslu Kabupaten Bantul untuk menjadi bagian dari pengawasan partisipatif.

Bawaslu Bantul berharap kolaborasi ini tidak hanya bersifat prosedural, tetapi juga mampu menyentuh aspek substantif dalam demokrasi. Upaya bersama seperti penolakan politik uang, menjaga netralitas, serta meningkatkan kesadaran masyarakat menjadi fokus utama dalam mewujudkan demokrasi yang bersih dan berintegritas di Kabupaten Bantul.