Bawaslu Bantul Dorong Peserta P2P Menjadi Agen Perubahan dalam Budaya Demokrasi
|
Bantul – Bawaslu Kabupaten Bantul menutup rangkaian kegiatan Pendidikan Pengawas Partisipatif dengan sesi penyusunan Rencana Tindak Lanjut (RTL) sebagai bentuk komitmen peserta untuk mengimplementasikan ilmu yang telah diperoleh selama pelatihan. Sesi ini menjadi momentum bagi para peserta untuk merancang berbagai program edukasi kepemiluan yang akan dilaksanakan di lingkungan dan komunitas masing-masing.
Dalam arahannya, M. Rifqi Nugroho menyoroti tantangan demokrasi yang masih dihadapi Kabupaten Bantul, salah satunya terkait potensi politisasi isu SARA pada penyelenggaraan pemilu maupun pemilihan. Menurutnya, isu identitas merupakan persoalan yang sangat sensitif sehingga perlu dikelola secara bijaksana agar tidak memicu perpecahan di tengah masyarakat.
"Agama merupakan landasan moral dan spiritual masyarakat, sehingga tidak seharusnya dijadikan sebagai instrumen politik yang dapat menimbulkan konflik. Pengawas partisipatif memiliki peran penting dalam menjaga ruang demokrasi tetap sehat dan kondusif," ujarnya.
Setelah mendapatkan arahan, seluruh peserta menyusun Rencana Tindak Lanjut yang disesuaikan dengan potensi serta karakteristik komunitas masing-masing. Beragam gagasan muncul, mulai dari penyelenggaraan sosialisasi kepada pemilih pemula, diskusi demokrasi bersama mahasiswa, edukasi melalui media sosial, pembuatan konten digital untuk menangkal hoaks kepemiluan, hingga kegiatan sosialisasi bersama organisasi kepemudaan, PKK, dan kelompok masyarakat lainnya.
Bawaslu Kabupaten Bantul berharap seluruh rencana yang telah disusun tidak berhenti sebagai dokumen semata, melainkan dapat diwujudkan menjadi aksi nyata yang mampu memperluas partisipasi masyarakat dalam pengawasan pemilu serta memperkuat budaya demokrasi yang berintegritas. Kegiatan kemudian ditutup oleh Ketua Bawaslu Kabupaten Bantul, Didik Joko Nugroho yang menyampaikan apresiasi atas antusiasme peserta selama mengikuti seluruh rangkaian kegiatan. Ia berharap para peserta dapat menjadi kader pengawas partisipatif yang mampu berfungsi, bergerak, dan berdampak dalam mengawal demokrasi di Kabupaten Bantul.
"Semoga semangat yang telah dibangun selama pelatihan ini terus dijaga. Jadilah pengawas partisipatif yang mampu hadir di tengah masyarakat, memberikan edukasi, serta turut menjaga integritas demokrasi di Kabupaten Bantul," pesannya.
Penulis : Antoni