Bawaslu Goes to School di MAN 2 Bantul, Dorong Pemilih Pemula Cerdas dan Kritis
|
Bantul –Bawaslu Kabupaten Bantul kembali melaksanakan program Bawaslu Goes to School sebagai bagian dari upaya memberikan edukasi kepemiluan kepada generasi muda, khususnya pemilih pemula. Kegiatan dilaksanakan di MAN 2 Bantul, Senin (14/9/2026) dan diikuti oleh seluruh Siswa MAN 2 Bantul. Dalam kegiatan tersebut, peserta mendapatkan pengenalan mengenai kelembagaan dan tugas Bawaslu Kabupaten Bantul, sekaligus pemahaman mengenai pentingnya peran generasi muda dalam menjaga kualitas demokrasi. Salah satu materi yang menjadi perhatian adalah bahaya politik uang dalam pelaksanaan Pemilu. Para siswa diajak untuk memahami bahwa memilih pemimpin bukan sekadar persoalan mendapatkan keuntungan sesaat, tetapi menentukan arah pemerintahan dan masa depan bangsa.
Anggota Bawaslu Kabupaten Bantul Sri Hartati mengajak para siswa untuk memilih pemimpin yang memiliki integritas, jujur, dan tidak menawarkan maupun memberikan janji-janji yang dapat memengaruhi pilihan masyarakat, terlebih dalam bentuk uang. Menurutnya, masyarakat perlu menyadari bahwa memberikan atau menerima uang dalam proses politik pada akhirnya dapat merugikan kualitas demokrasi.
“Bisa dibayangkan betapa ruginya kita menggadaikan pilihan kita dengan selembar uang. Misalnya mendapatkan Rp100 ribu, jika dibagi dengan masa jabatan lima tahun, tentu nilainya sangat kecil dibandingkan dengan harga suara kita yang menentukan masa depan,” disampaikan dalam kegiatan tersebut.
Selain persoalan politik uang, siswa sebagai calon pemilih pemula juga didorong untuk memiliki sikap cerdas, kritis, dan berani menyampaikan aspirasi. Penyampaian aspirasi merupakan bagian penting dalam kehidupan demokrasi selama dilakukan secara tertib dan tidak anarkis. Aspirasi masyarakat diharapkan dapat menjadi masukan bagi wakil rakyat maupun pemerintah dalam melakukan perbaikan dan mengambil kebijakan yang berpihak pada kepentingan masyarakat.
Pada bagian akhir kegiatan, siswa diberikan pesan untuk tidak hanya melihat politik uang sebagai satu-satunya ancaman terhadap demokrasi. Kecurangan dan keamanan data juga menjadi persoalan yang perlu mendapatkan perhatian seiring dengan perkembangan teknologi dan digitalisasi dalam penyelenggaraan Pemilu.
“Nasib negeri kita ada di tangan kita, khususnya di tangan generasi penerus seperti siswa-siswa ini. Karena itu, jangan sampai suara yang kita miliki tidak digunakan. Datanglah ke TPS, karena satu suara sangat berarti untuk kemajuan negara kita,” menjadi pesan penutup dalam kegiatan.
Melalui Bawaslu Goes to School, Bawaslu Kabupaten Bantul terus mendorong lahirnya generasi muda yang tidak hanya memahami proses Pemilu, tetapi juga memiliki kesadaran untuk menjaga demokrasi, menolak politik uang, kritis terhadap informasi, serta berani berpartisipasi dalam kehidupan demokrasi secara cerdas dan bertanggung jawab.
Penulis : Antoni