Tak Hanya Saat Pemilu, Bawaslu Bantul Dorong Pendidikan Politik Berkelanjutan di Potorono
|
Bantul – Bawaslu Kabupaten Bantul terus memperkuat pendidikan politik masyarakat melalui kegiatan Konsolidasi Demokrasi bersama Pemerintah Kalurahan Potorono, Rabu (28/10/2026), bertempat di Kantor Kalurahan Potorono. Kegiatan ini menjadi ruang dialog dan silaturahmi untuk mempererat sinergi antara Bawaslu, perangkat kalurahan, perwakilan PKK, dan Karang Taruna dalam membangun demokrasi yang sehat dan berintegritas pada masa non-tahapan pemilu.
Koordinator Divisi Penanganan Pelanggaran, Data dan Informasi Bawaslu Kabupaten Bantul, Muhammad Rifqi Nugroho, menyampaikan bahwa demokrasi tidak hanya dimaknai sebagai proses penyelenggaraan pemilu, tetapi juga sebagai upaya membangun budaya politik yang bersih dalam kehidupan bermasyarakat.“Demokrasi bukan hanya tentang pemilu, tetapi juga tentang bagaimana kita membangun kesadaran politik yang sehat, menjaga netralitas, serta memastikan organisasi kemasyarakatan tetap menjadi ruang bersama bagi masyarakat, bukan sarana kepentingan politik praktis,” ungkap Rifqi.
Sementara itu, Koordinator Divisi Sumber Daya Manusia, Organisasi dan Diklat Bawaslu Kabupaten Bantul, Sri Hartati, menekankan pentingnya pendidikan politik yang berkelanjutan, termasuk di luar tahapan pemilu. Menurutnya, keterlibatan berbagai elemen masyarakat menjadi kunci untuk memperluas pemahaman demokrasi hingga ke tingkat kalurahan.“Pendidikan politik perlu terus dilakukan, bukan hanya menjelang pemilu. PKK dan Karang Taruna memiliki peran strategis dalam menyebarluaskan nilai-nilai demokrasi yang bersih dan berintegritas, terutama kepada generasi muda dan pemilih pemula,” jelasnya.
Carik Kalurahan Potorono, Sumarwinto menyambut baik pelaksanaan konsolidasi demokrasi yang diinisiasi oleh Bawaslu Kabupaten Bantul. Kegiatan ini dinilai menjadi kesempatan untuk memperkuat pemahaman masyarakat mengenai demokrasi, sekaligus mendorong keterlibatan berbagai unsur masyarakat dalam menjaga suasana demokrasi yang kondusif di tingkat kalurahan. “Harapannya kedepan sinergi bersama Bawaslu Kabupaten Bantul dapat terus berlanjut, khususnya dalam memperluas pendidikan politik bagi masyarakat, termasuk melalui peran PKK, Karang Taruna, dan berbagai unsur masyarakat lainnya,” tegasnya.
Melalui kegiatan ini, Bawaslu Kabupaten Bantul mendorong agar semangat demokrasi tumbuh dari lingkungan masyarakat dengan mengedepankan partisipasi, sikap kritis, dan tanggung jawab bersama. Sinergi antara Bawaslu dan pemerintah kalurahan diharapkan dapat menjadi langkah nyata dalam memperluas pendidikan politik sekaligus mencegah berkembangnya praktik politik yang tidak sehat.
Penulis : Dindra