Dari Evaluasi Menuju Aksi, Bawaslu Bantul Perkuat Pengelolaan Kehumasan
|
Yogyakarta – Bawaslu Kabupaten Bantul terus berupaya meningkatkan kualitas pengelolaan kehumasan melalui evaluasi kinerja publikasi dan pemberitaan secara berkelanjutan. Komitmen tersebut diwujudkan melalui keikutsertaan Koordinator Divisi Pencegahan, Partisipasi Masyarakat, dan Humas (P2H) Bawaslu Kabupaten Bantul, Dewi Nurhasanah, bersama Kasubbag P2H dan staf P2H dalam Rapat Monitoring dan Evaluasi Kehumasan Triwulan III Bawaslu Kabupaten/Kota se-Daerah Istimewa Yogyakarta, Kamis (8/10/2026).
Rapat evaluasi yang dilaksanakan secara berkala setiap triwulan ini menjadi sarana untuk mengukur capaian kinerja kehumasan sekaligus mengidentifikasi aspek-aspek yang perlu diperbaiki guna meningkatkan efektivitas penyebarluasan informasi kelembagaan kepada masyarakat. Dalam rapat tersebut, dipaparkan mengenai capaian publikasi media sosial Bawaslu Kabupaten/Kota selama periode Juli–September 2026, meliputi kuantitas dan kualitas publikasi serta jenis konten yang dihasilkan. Evaluasi juga mencakup pemberitaan melalui website resmi dan media eksternal. Selain itu, dibahas indikator penilaian kinerja pengelolaan media sosial serta metode pengelolaan yang optimal, terukur, dan berorientasi pada peningkatan kualitas informasi publik.
Koordinator Divisi P2H Bawaslu D.I. Yogyakarta, Umi Illiyina, menekankan bahwa evaluasi triwulanan memiliki peran penting untuk mengukur capaian kerja kehumasan, baik dalam publikasi media sosial maupun pemberitaan selama periode Juli–September 2026. Hasil evaluasi tersebut juga menjadi bahan perbandingan dengan capaian triwulan sebelumnya untuk melihat perkembangan kinerja sekaligus menentukan langkah perbaikan ke depan. Lebih lanjut, Umi menegaskan bahwa kehumasan merupakan wajah lembaga yang mencerminkan kinerja, profesionalitas, dan keterbukaan Bawaslu kepada masyarakat. Oleh karena itu, pengelolaan kehumasan bukan hanya menjadi tanggung jawab satu divisi, melainkan membutuhkan komitmen bersama dari seluruh unsur kelembagaan. “Kolaborasi dan kerja sama yang baik antardivisi tentu akan menghasilkan konten yang informatif, edukatif, dan publikatif,” imbuhnya.
Menanggapi hasil evaluasi tersebut, Dewi Nurhasanah menyampaikan apresiasi kepada Bawaslu D.I. Yogyakarta atas pelaksanaan monitoring dan evaluasi yang dilakukan secara berkala. Menurutnya, kegiatan ini menjadi ruang refleksi sekaligus bahan evaluasi internal bagi Bawaslu Kabupaten Bantul untuk meningkatkan kualitas publikasi dan pemberitaan pada periode berikutnya. Dewi mengungkapkan bahwa sejumlah catatan evaluasi telah dihimpun untuk ditindaklanjuti sebagai bagian dari strategi peningkatan kinerja kehumasan pada Triwulan IV. “Kami sudah mempersiapkan beberapa strategi peningkatan publikasi dan pemberitaan, di antaranya memperkuat kapasitas SDM, membentuk tim khusus, serta membuat kalender konten. Ini merupakan wujud komitmen kami untuk terus melakukan peningkatan,” ujar Dewi.
Sebagai langkah konkret, Bawaslu Kabupaten Bantul juga akan melaksanakan evaluasi internal setiap pekan. Mekanisme ini diharapkan dapat mempermudah pemantauan terhadap pelaksanaan publikasi dan pemberitaan, memastikan konsistensi produksi konten, serta mempercepat tindak lanjut atas berbagai kendala yang ditemukan.
Melalui evaluasi dan penguatan strategi tersebut, Bawaslu Kabupaten Bantul berkomitmen untuk terus menghadirkan publikasi yang informatif, edukatif, dan menarik bagi masyarakat. Kehumasan diharapkan tidak hanya menjadi sarana penyampaian informasi kelembagaan, tetapi juga menjadi jembatan komunikasi yang efektif dalam membangun kepercayaan publik serta memperkuat partisipasi masyarakat dalam pengawasan demokrasi.
Penulis : Dindra