Bawaslu Bantul Dorong Kalurahan Bangunharjo Perkuat Komitmen Demokrasi Tanpa Politik Uang
|
Bantul— Bawaslu Kabupaten Bantul melaksanakan Konsolidasi Demokrasi di Kalurahan Bangunharjo, Kapanewon Sewon, Senin (5/10/2026). Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya memperkuat komitmen bersama dalam menjaga demokrasi yang bersih serta mendorong keberlanjutan gerakan Desa Anti Politik Uang (APU). Konsolidasi dilaksanakan oleh Didik Joko Nugroho, Dewi Nurhasanah, dan Muhammad Rifqi Nugroho.
Ketua Bawaslu Kabupaten Bantul, Didik Joko Nugroho, menyampaikan bahwa konsolidasi tidak hanya menjadi ruang silaturahmi, tetapi juga untuk menguatkan kembali komitmen keberlanjutan Desa APU yang telah dideklarasikan Bangunharjo. “Kami berharap gerakan Desa APU yang sudah menjadi komitmen bersama tetap berjalan meskipun saat ini tidak sedang berada dalam momentum pemilihan. Desa APU perlu terus digerakkan sebagai investasi demokrasi untuk membangun kesadaran masyarakat bahwa Bangunharjo berkomitmen menolak politik uang, baik dalam pemilihan lurah, pemilu maupun pemilihan lainnya,” ujar Didik.
Didik menambahkan, keberlanjutan Desa APU membutuhkan keterlibatan pemerintah kalurahan, Bamuskal, dan tim penggerak Desa APU. Ketiga unsur tersebut diharapkan terus membangun koordinasi dan menguatkan gerakan anti politik uang sebagai bagian dari persiapan menghadapi tahapan Pemilu 2029.
Sementara itu, Kordiv Pencegahan, Partisipasi Masyarakat dan Humas Bawaslu Bantul, Dewi Nurhasanah, berharap Desa APU di Bangunharjo dapat kembali dihidupkan sebagai wadah pengawasan partisipatif sekaligus mitra Bawaslu dalam mencegah potensi pelanggaran pada pemilu dan pemilihan mendatang.
Kordiv Penanganan Pelanggaran dan Datin Bawaslu Bantul, Muhammad Rifqi Nugroho, turut menekankan pentingnya menjaga netralitas pemerintah kalurahan dan perangkatnya. Menurutnya, pemahaman terhadap aturan perlu dibangun sejak sebelum tahapan agar seluruh pihak memahami batasan dan ketentuan yang harus dipatuhi.
Dari pihak Kalurahan Bangunharjo, Nova menyampaikan bahwa terdapat perubahan positif dalam pelaksanaan pemilihan. Bangunharjo terus berupaya mewujudkan proses pemilihan yang bersih, termasuk dalam pemilihan lurah dan pengisian perangkat kalurahan. “Kami ingin mempertahankan perubahan yang sudah terjadi. Kalau sebelumnya politik uang menjadi sesuatu yang dianggap biasa, sekarang kami berupaya membangun kebiasaan baru bahwa proses pemilihan harus bersih dan tanpa politik uang,” ungkap Nova.
Melalui Konsolidasi Demokrasi ini, Bawaslu Bantul berharap Kalurahan Bangunharjo dapat terus memperkuat komitmen sebagai Desa APU dan menjadi bagian dari praktik baik dalam membangun demokrasi yang bersih dan berintegritas.
Penulis : Indri